SEMARANG, 30 MEI
2026 – Ikatan Guru
Indonesia (IGI) Provinsi Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmennya sebagai
lokomotif penggerak pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Melalui perhelatan Musyawarah Wilayah (Muswil) III Tahun 2026, IGI Jateng
merumuskan berbagai cetak biru strategis untuk lima tahun ke depan.
Rangkaian
sidang pendahuluan hingga pleno paripurna telah sukses dilaksanakan secara
dalam jaringan (daring) pada tanggal 30 hingga 31 Mei 2026 lalu. Sementara itu,
puncak acara berupa penutupan, pengesahan, dan selebrasi luring dijadwalkan
akan digelar pada hari Minggu, 7 Juni 2026, bertempat di Aula Lantai 3
Universitas Sains dan Teknik Komputer (STEKOM) Semarang.
Muswil III yang
dipimpin oleh Presidium Sidang yang diketuai oleh Dr. Imron, S.Pd., M.Pd.,
didampingi Retno Kusumaningsih (Sekretaris) dan Andi Kurniawan (Anggota),
berlangsung hangat, demokratis, dan penuh gagasan inovatif.
LPJ Kepengurusan 2021-2026:
Menggerakkan Guru, Membangun Ekosistem Digital
Sidang diawali
dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) oleh Pengurus Wilayah IGI
Jateng masa bakti 2021-2026 di bawah komando Joko Susila, S.Pd., M.Pd. (Ketua)
dan Dr. Imron, S.Pd., M.Pd. (Sekretaris).
Mengusung tema
"Menggerakkan Guru, Membangun Ekosistem Digital", LPJ ini memaparkan
berbagai capaian IGI Jateng selama lima tahun terakhir. Tantangan era digital
dan pemulihan pasca-pandemi berhasil dijawab melalui berbagai program masif
yang menitikberatkan pada digitalisasi pendidikan dan peningkatan kompetensi
dasar guru. Para peserta sidang dari berbagai penjuru Pengurus Daerah (PD)
se-Jawa Tengah dengan suara bulat menerima dan mengapresiasi kinerja luar biasa
dari kepengurusan demisioner tersebut.
Demokrasi Khas IGI: Mekanisme
Pemilihan yang Transparan dan Taat Asas
Selain
evaluasi, Muswil III juga mengesahkan mekanisme suksesi kepemimpinan. Pemilihan
Ketua Wilayah dan Anggota Dewan Kehormatan Wilayah (DKW) IGI Jawa Tengah Masa
Bakti 2026-2031 diatur secara ketat guna memastikan lahirnya pemimpin yang
berintegritas dan mumpuni.
Untuk menjadi
Calon Ketua Wilayah, seorang anggota IGI diwajibkan memenuhi sejumlah syarat,
di antaranya telah menjadi anggota IGI minimal tiga tahun, lulus Pelatihan
Manajemen Organisasi (PMO) Tingkat Dasar, serta memiliki pengalaman manajerial
di struktur kepengurusan IGI (Pusat, Wilayah, atau Daerah).
Menariknya, IGI
tetap mengedepankan asas musyawarah mufakat. Pemungutan suara (voting) baru
akan dilakukan jika tahap musyawarah lintas delegasi daerah tidak menemukan
kata sepakat. Begitu pula dengan pemilihan Dewan Kehormatan Wilayah yang akan
diisi oleh lima tokoh senior IGI yang bertugas menjaga muruah, etika, dan
konstitusi organisasi.

Salah satu
hasil paling krusial dari sidang komisi pada tanggal 31 Mei lalu adalah
pengesahan Garis-Garis Besar Program Kerja (GBPK). IGI Jateng menyadari betul
bahwa masuknya gelombang Kecerdasan Buatan (AI) harus disikapi oleh pendidik.
Oleh karena
itu, IGI Jateng merumuskan program unggulan di berbagai bidang. Di sektor
Pendidikan dan Pelatihan, IGI meluncurkan Jateng Teacher Bootcamp (JTB),
sebuah pelatihan intensif pemanfaatan AI dan gamification dalam
kurikulum adaptif. Selain itu, ada penguatan literasi dan numerasi dasar
melalui Gerakan Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) dan Membaca
(Gernas Tastaba).
Di bidang IT
dan Komunikasi, IGI Jateng akan membangun Super-Portal terintegrasi dan
studio siniar (podcast) “Suara Guru Jateng”. Tidak hanya soal pedagogik,
IGI juga memikirkan nasib anggotanya melalui Posko Bantuan Hukum Guru (PBHG)
dan memfasilitasi publikasi ilmiah melalui Jurnal Pendidikan Berkala ber-ISSN.
Kemandirian
ekonomi tak luput dari perhatian. Lewat Bidang Kewirausahaan, IGI mencanangkan
program Teacher-Preneur, Koperasi Digital IGI Jateng, serta Toko IGI
untuk mendukung kesejahteraan ekonomi organisasi dan anggota tanpa harus
mengandalkan iuran semata.
Rekomendasi Kritis: Dari
Beban Kerja hingga Etika AI
Muswil III IGI
Jateng tidak hanya memikirkan urusan "dapur" sendiri, melainkan juga
melahirkan rekomendasi eksternal yang tajam dan konstruktif untuk pemerintah.
Rekomendasi
yang sangat ditunggu-tunggu oleh para guru di lapangan adalah desakan kepada
Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota di Jawa Tengah agar mengakui
keaktifan pengurus organisasi profesi (seperti IGI) sebagai ekuivalensi
pemenuhan Beban Kerja Guru (BKG), sesuai dengan semangat Permendikdasmen Nomor
11 Tahun 2025.
Tak hanya itu,
IGI Jateng dengan tegas menyuarakan kampanye "Tolak Kriminalisasi
Guru". Organisasi ini mendorong fasilitasi Memorandum of
Understanding (MoU) Empat Pilar antara Dinas Pendidikan, Kepolisian
(Polda/Polres), Kejaksaan, dan Organisasi Profesi untuk menerapkan Keadilan
Restoratif (Restorative Justice). Langkah ini dinilai vital agar guru
yang sedang menjalankan tugas pendisiplinan pendidikan tidak mudah dijerat
pidana oleh aduan sepihak.
Terkait
kesejahteraan, Muswil merekomendasikan Pemda untuk memastikan ketepatan waktu
pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan meminta pemerintah agar menetapkan
honor bulanan guru Non-ASN/Honorer yang setara dengan Upah Minimum
Kabupaten/Kota (UMK), sembari mendesak percepatan pengangkatan mereka menjadi
ASN PPPK.
Di sektor teknologi, IGI Jateng secara khusus memberikan catatan kepada pemerintah agar segera menyusun pedoman dan etika penggunaan Artificial Intelligence (AI) di sekolah, guna memastikan teknologi ini menjadi asisten yang bermanfaat tanpa menyingkirkan peran sentral dan humanis seorang pendidik.
Menuju Puncak Acara di
Universitas STEKOM: Fokus Dongkrak Nilai TKA
Seluruh hasil
Sidang Pleno daring ini menjadi landasan kokoh bagi perjalanan IGI Jawa Tengah
lima tahun ke depan. Para anggota, pengurus daerah, dan perwakilan pemerintah
kini menantikan puncak acara Muswil III IGI Jawa Tengah yang akan dilangsungkan
secara luring pada tanggal 7 Juni 2026 di Universitas STEKOM Semarang.
Acara puncak
ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi akbar dan momentum pelantikan
kepengurusan baru. Merespons tantangan nyata dunia pendidikan, khususnya
terkait evaluasi nasional, penutupan Muswil akan dirangkaikan dengan Seminar
Pendidikan bertajuk "Optimalisasi Peran Kepemimpinan Abad XXI dan
Organisasi Profesi dalam Upaya Meningkatkan Hasil TKA di Jawa Tengah".
Seminar ini
diinisiasi sebagai bentuk intervensi strategis merespons rendahnya hasil Tes
Kemampuan Akademik (TKA) siswa/murid di Jawa Tengah, khususnya pada mata
pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris, berdasarkan data Kemendikdasmen tahun
2025. IGI menyadari bahwa peningkatan TKA bukan sekadar soal drill soal,
melainkan membutuhkan transformasi kepemimpinan guru (teacher leadership)
yang mampu menggeser metode pengajaran usang menjadi fasilitasi pembelajaran
mendalam yang menstimulasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) serta
menumbuhkan 6 Keterampilan Abad XXI (6C).
Seminar ini
dirancang sebagai simpul kolaborasi "Segitiga Emas" yang akan
mempertemukan pemangku kebijakan, penggerak inovasi, dan praktisi lapangan.
Menghadirkan deretan tokoh penting, sesi pertama akan diisi oleh Ahmad Rizali
(Anggota Tim Penasehat Ahli Mendikdasmen RI dan Pendiri Gernas Tastaka-Tastaba)
yang akan membedah akselerasi TKA melalui gerakan akar rumput
literasi-numerasi, serta Dr. Hibatun Wafiroh, M.Pd. (Sekjen PP IGI 2021-2026)
yang akan mengupas integrasi peran kepemimpinan transformatif. Sesi ini akan
dipandu oleh Sunarto, S.Pd., M.Pd. (Dewan Pembina IGI Jateng/Plt. Sekretaris
Dinas Pendidikan Provinsi Jateng).
Sebagai
puncaknya, Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen, dijadwalkan hadir
sebagai Keynote Speaker sekaligus menutup secara resmi Muswil III IGI
Jawa Tengah Tahun 2026. Kehadiran beliau diharapkan mampu mensinergikan
kebijakan pemerintah daerah dengan program-program inovatif IGI guna mencetak
generasi emas Jawa Tengah yang tidak hanya lulus ujian, tetapi juga lulus
menghadapi tantangan kehidupan.
Seminar yang
memadukan konsep luring dan daring ini
menjadi bukti nyata bahwa IGI Jawa Tengah siap mengeksekusi visi besarnya:
"Bergerak Bersama, Berkarya Nyata, Memuliakan Guru".
Sharing and
Growing Together!


Posting Komentar